Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Propoxyphene ( a withdrawal drugs)

Gambar
Propoxyphene or known as Darvon is a pain reliever (analgesic) that works as effective as narcotics analgesic like morphine yet lower in abuse liability 1; 2 . It first introduced in 1957 and became popularly prescribed drug along with aspirin to soothe mild to moderate pain in the patients. In 2004 it was the 12 th bestselling generic drug in the US market 1; 3; 4 . Mostly propoxyphene was prescribed together with a nonsteroidal non-inflammatory drug (NSAIDs) like aspirin to enhance the analgesic effect.   Both possesses similar efficacy through a different route of a mechanism. Aspirin inhibits the chemoreceptors in the peripheral nervous system while propoxyphene affects the central nervous system 3; 5 .  As a group of narcotic drugs, propoxyphene binding in the opioid receptor, inhibit pain transmission. It is acted as an agonist of µ 1 (mu) opioid receptor and some κ (kappa) receptor, exerts an analgesic transmission. However, it also binds to µ 2 opioid receptor ...

sekolah di luar negeri

Gambar
sekolah di luar negeri itu : 1. asyik banyak hal baru yang bisa dilihat, dipelajari, dan dijadikan pengalaman. semua hal bahkan detail terkecilpun menjadi sebuah pengalaman baru yang berharga. misalnya, pengalaman perjalanan 24 jam dari Lombok ke Cardiff. itu sebuah cerita yang memorable untuk saya. di perjalanan saya banyak bertemu orang dengan tujuan yang berbeda-beda. ada yang baru pulang berlibur, ada yang mengunjungi saudara yang sudah lama tak bertemu, dan lain sebagainya.  capek, pasti. 24 jam duduk di pesawat pastinya melelahkan. tapi semua itu terbayar ketika langit negara tujuan sudah terlihat. udara yang sama tapi sensasi berbeda. negara yang dulunya hanya dilihat dari youtube atau internet browser. sekarang semua itu nyata, di depan mata. untuk masalah pendidikan sudah tidak perlu dipertanyakan. akan ada banyak hal baru yang akan kita pelajari. subject pelajaran yang diberikan up to date dan specifict. kita tidak lagi belajar teori-teori yang sudah tidak diguna...

wanita dan pendidikan

wanita berpendidikan tinggi. di beberapa daerah hal ini masih menjadi tabu. sebagian berfikir untuk apa menyekolahkan anak wanita. ujung-ujungnya pasti cuma kasur, dapur, sumur. diskriminasi itu  ada dan itu nyata. ketika saya bilang kalau saya akan ke Inggris untuk melanjutkan sekolah, beberapa ada yang menyelamati, namun ada beberapa orang yang justru heran. untuk apa saya jauh-jauh pergi sekolah, mending nikah aja, stay at home, settle down. beberapa juga bilang, gak takut susah jodoh nanti? laki-laki akan takut mendekat kalau ceweknya sekolah tinggi. lalu, idealnya wanita itu seperti apa? apakah harus menjadi bodoh dan pasif? apa tidak boleh kami menuntut sedikit ilmu? bukan untuk menjadi lebih tinggi dari para pria hanya ingin sekedar menjadi orang yang lebih bermanfaat. even menjadi ibu rumah tangga butuh wanita berotak. siapa yang nantinya akan mengajar dan mendidik sang anak? menjadi akuntan pribadi? penasehat keluarga? koki? pembantu rumah tangga?...